Tapak Suci merupakan salah satu aliran pencak silat yang lahir dari lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. Organisasi ini berdiri pada 31 Juli 1963 di Yogyakarta dan berakar dari tradisi perguruan silat yang telah berkembang sejak awal abad ke-20 di kalangan tokoh-tokoh Muhammadiyah. Tapak Suci termasuk dalam rumpun Perguruan Seni Bela Diri dan Organisasi Pencak Silat yang menekankan perpaduan antara penguatan fisik, keterampilan bela diri, dan pembinaan akhlak.
Sebagai salah satu Organisasi Otonom Muhammadiyah, Tapak Suci memiliki posisi strategis dalam membina generasi muda agar memiliki karakter kuat sesuai dengan nilai-nilai Islam. Organisasi ini juga berperan aktif dalam melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Dengan motto “Dengan Iman dan Akhlak Saya Menjadi Kuat, Tanpa Iman dan Akhlak Saya Menjadi Lemah”, Tapak Suci menegaskan bahwa kekuatan sejati tidak hanya bersumber dari kemampuan fisik, tetapi juga dari kedalaman iman dan keluhuran akhlak.
Tujuan pembinaan Tapak Suci antara lain:
1. Mengembangkan kemampuan bela diri sebagai bentuk ikhtiar menjaga diri dan membela kebenaran.
2. Membentuk pribadi yang berdisiplin, tangguh, serta memiliki semangat perjuangan yang tinggi.
3. Membina akhlak luhur berdasarkan nilai-nilai Islam.
4. Menanamkan rasa percaya diri, sportivitas, dan kemampuan bekerja sama dalam tim.
5. Melahirkan generasi muda yang sehat jasmani dan rohani.
Nilai-nilai tersebut menjadi dasar pelaksanaan ekstrakurikuler Tapak Suci di SD Muhammadiyah Bayan, yang hingga kini terus berkembang dan diminati banyak siswa. Program ini rutin dilaksanakan setiap pekan dengan pendampingan pelatih resmi yang telah berpengalaman.
Tapak Suci sebagai Pembinaan Karakter Sejak Usia Dini
Di SD Muhammadiyah Bayan, Tapak Suci tidak hanya dipandang sebagai aktivitas olahraga, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter. Melalui latihan dasar seperti kuda-kuda, jurus, dan teknik pernapasan, siswa dilatih untuk bersikap fokus, sabar, dan mandiri. Selain itu, latihan berpasangan dan simulasi bela diri menumbuhkan kemampuan bekerja sama, rasa saling menghormati, serta sportivitas.
Kepala SD Muhammadiyah Bayan, Ibu Nurul Hasanah, M.Pd.I, menyampaikan bahwa keberadaan Tapak Suci memberikan manfaat besar bagi perkembangan para siswa. “Tapak Suci bukan sekadar kegiatan bela diri. Ekstrakurikuler ini melatih disiplin, tanggung jawab, dan keberanian siswa. Mereka belajar mengendalikan diri, mengatur emosi, dan membangun rasa percaya diri,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa Tapak Suci sangat sejalan dengan visi sekolah dalam membentuk generasi yang unggul dalam prestasi dan mulia dalam budi pekerti. “Kami melihat banyak perubahan positif. Anak-anak menjadi lebih percaya diri, menghargai teman, dan memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan. Tapak Suci membantu menanamkan akhlak yang baik melalui pembiasaan yang berkelanjutan,”
Ekstrakurikuler ini memberikan berbagai manfaat, antara lain:
Meningkatkan kebugaran fisik dan kemampuan motorik.
Menumbuhkan kedisiplinan melalui latihan rutin.
Membangun keberanian dan ketegasan dalam bersikap.
Melatih fokus serta kemampuan mengambil keputusan.
Menanamkan nilai-nilai akhlak seperti rendah hati, sopan santun, dan menghargai lawan.
Dengan landasan sejarah yang kuat dan tujuan pembinaan yang jelas, Tapak Suci di SD Muhammadiyah Bayan menjadi wadah penting dalam membangun karakter siswa sejak usia dini. Program ini diharapkan terus berkembang sehingga mampu mencetak generasi yang kuat, berprestasi, dan berakhlak mulia.